Rabu, 24 Agustus 2011

Belajar Cepat dan Efektif dengan Metode Hypno-Learning

Hari ini, persaingan teknologi menjadi lebih intens, seperti itu dari dua kerajaan TI, Apple dan Microsoft. Setahun belum tak tertandingi bahkan oleh produk lain Microsoft, Apple meluncurkan iPad adalah tipis dan canggih iPad 2. Dari ini kita melihat bahwa hari ini Apple tidak lima atau sepuluh tahun yang lalu Apple. Apple sekarang telah mampu bersaing dengan produk Microsoft. Steve Jobs telah begitu melesat untuk mengejar ketinggalan dari saingannya terbesarnya, Bill Gates. Apa yang membuat pengembangan Apple adalah seperti grafik eksponensial? Hal ini tidak luput dari peran Steve Jobs, yang juga sangat cepat dalam mengenali dan mempelajari teknologi yang orang perlu hari ini. Ya, itulah pelajaran yang kita perlu belajar dari orang nomor satu di perusahaan Apple. Kecepatan adalah bagian paling penting dalam persaingan hidup ini, terutama dalam belajar. "Ini bukan seberapa besar atau seberapa kecil kita, bukan seberapa pintar atau bodoh kita, tapi seberapa cepat kita belajar!" Tapi masalahnya adalah, bagaimana belajar sesuatu dengan cepat dan efektif? Itulah yang mengilhami topik diskusi ini, yaitu belajar cepat dengan metode Hypno-Learning.
Hypno-Learning adalah metode belajar menggunakan kemampuan bawah sadar kita. Dalam studi tersebut menyimpulkan bahwa alam bawah sadar rekening untuk 88 persen kecerdasan kita, maka sebagian besar dari kita digunakan untuk ini adalah 12 persen saja. Dengan memanfaatkan potensi alam bawah sadar, akan membuat kita lemah menjadi kuat, yang lemah menjadi lebih kuat, kurang cerdas untuk menjadi lebih kreatif karena pembelajaran yang paling cepat dan efektif menggunakan tidak lain dari kapasitas 88 persen. Semakin cepat kita belajar, mengejar lebih cepat dari prestasi yang brilian di mana saja. Untuk membuka dan melatih alam bawah sadar kita, ada tips menarik dan pasti bisa dilakukan untuk membuka alam bawah sadar kita.
Ujung pertama adalah untuk menjadi lebih aktif dalam belajar. Semakin kita aktif dalam belajar, maka kegiatan ini akan menyebabkan dekat dengan alam bawah sadar kita. Tanpa kita sadari, bawah sadar kita akan menjadi asyik mendengarkan pembelajaran yang kita lakukan. Karena lebih menyenangkan, maka alam bawah sadar kita akan selalu ingat belajar yang kita peroleh. Itulah yang sering kita dengar pertama, bahwa belajar dengan praktek, akan lebih tertanam dalam otak kita dan tidak akan mudah luntur.
Kemudian yang kedua adalah kita didorong untuk menggunakan imajinasi kita dalam belajar. Seperti misalnya dalam seri menghafal angka, kita bisa mengubah angka-angka ke huruf dan kemudian menggabungkan mereka ke dalam kata-kata yang dapat disusun menjadi kalimat yang mudah diingat. Marilah setiap kita belajar untuk menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan oleh imajinasi kita.



Kursus Bahasa Inggris Gratis

 

Belajar Cepat dengan Konsep MASTER

 Sebagaimana saya tulis dalam posting Pentingnya Belajar Cepat, di era ini kita dituntut untuk dapat belajar dengan cepat. Kebetulan Jumat lalu saya menghadiri sebuah seminar dengan tema Saing individu dalam Dunia That is Flat. Ada pembicara (Sybase manajer negara Singapura) membahas apa hal yang kita butuhkan untuk berhasil di dunia "datar" adalah. Dan ia mengatakan bahwa kemampuan yang paling penting adalah kemampuan untuk belajar dengan cepat.
Jadi cara belajar cepat? Konsep cepat belajar bahwa saya sukai adalah konsep MASTER yang saya temui di buku Accelerated Learning untuk Abad 21. Istilah MASTER di sini adalah singkatan Memotivasi pikiran Anda, Mendapatkan informasi, pencarian keluar yang berarti, memicu memori, menunjukkan apa yang Anda ketahui, dan Merefleksikan apa yang telah Anda pelajari. Rincian informasi berikut:

    
Memotivasi pikiran Anda (untuk memotivasi pikiran)
    
Langkah pertama dalam belajar cepat adalah motivasi. Ini benar-benar penting. Berapa banyak orang yang mencoba untuk belajar tanpa motivasi? Mereka menganggap belajar sebagai suatu bentuk "penderitaan". Dengan sikap seperti ini bisa dibilang otak bawah sadar akan menolak informasi yang masuk karena dianggap negatif! Jelas kami sangat sulit untuk belajar. Bandingkan dengan orang termotivasi, yang menganggap belajar adalah menyenangkan dan menarik. Di otak bawah sadar akan dengan senang hati untuk membiarkan informasi masuk.
    
Memperoleh informasi (informasi)
    
Ada tiga gaya belajar utama, yaitu visual (dengan melihat), auditori (melalui pendengaran) dan kinestetik (melalui tindakan). Kita akan lebih cepat menangkap informasi yang kita belajar sesuai dengan gaya belajar kami. Oleh karena itu kita perlu mengenali gaya belajar yang sesuai dengan kita dan kemudian berlatih. Hasilnya kita akan lebih cepat menangkap informasi.
    
Mencari tahu arti (probe akal)
    
Biarkan saja informasi yang masuk tidak cukup. Kita harus mencoba untuk mendapatkan makna dari informasi tersebut. Ini adalah sama seperti mencerna informasi yang melampaui pemahaman alam. Jadi bukan hanya menghafal fakta, tapi terus berjalan sampai memahami konteksnya dan penerapannya untuk hal-hal lain. Berapa banyak orang yang hanya berusaha menghafal fakta tanpa memahami maknanya?
    
Memicu memori (memori pemicu)
    
Memahami makna yang sangat penting, tetapi kita juga harus mampu mengingat fakta. Banyak orang yang memiliki memori yang luar biasa. Misalnya ada Jepang yang hafal angka pi sampai ribuan desimal! CKA € | CKA € | (biasanya kita hanya tahu dua angka "14" dari "3:14"). Ada banyak teknik yang dapat membantu kita mengingat fakta-fakta. Singkatan seperti "MASTER" merupakan salah satu dari mereka. Ini jauh lebih mudah untuk mengingat enam langkah untuk Accelerated Learning jika kita menggunakan singkatan "MASTER".
    
Menunjukkan apa yang Anda ketahui (memamerkan apa yang Anda tahu)
    
Dipamerkan di sini bukan berarti sadar. Yang dimaksud adalah bahwa kita harus mencoba untuk berbagi pengetahuan kita kepada orang lain. Ketika berbagi pengetahuan untuk orang lain kita hanya akan mendapatkan begitu banyak lagi! Percaya tidak? Saya sendiri sudah sering membuktikan hal ini. Bagi saya, salah satu penerapan langkah kelima adalah menulis blog. Apa yang saya saya bisa berbagi dalam bentuk blog. Dan hasilnya รข € | menakjubkan! Aku sendiri lebih banyak pemahaman tentang topik yang ditulis. Terutama jika Anda mendapatkan umpan balik dari teman-teman dalam bentuk komentar:).
    
Mencerminkan apa yang Anda pelajari (mencerminkan bagaimana Anda belajar)
    
Nah, ini adalah langkah terakhir dalam konsep MASTER. Kita harus mengevaluasi cara kita belajar. Mengapa? Karena setiap orang memiliki cara unik untuk belajar yang berbeda dari orang lain. Kita harus mengembangkan gaya belajar pribadi yang paling cocok untuk kita. Dan tentu tidak dapat dicapai dalam semalam. Kita harus mencoba, mengevaluasi, meningkatkan apa yang kurang, kemudian coba lagi, dan seterusnya. Dengan terus mengevaluasi perlahan-lahan belajar gaya kita akan lebih tajam dan cocok dengan kita.
Bahwa enam langkah konsep MASTER. Saya sangat suka konsep ini dan saya belajar untuk menerapkannya, meskipun masih kurang di sana-sini. Menurut pendapat saya, ini enam langkah cenderung untuk belajar dengan cepat.



Kursus Bahasa Inggris Gratis

 

Senin, 22 Agustus 2011

BELAJAR BAHASA INGGRIS GRATIS



Kursus Bahasa Inggris Gratis

Belajar Bahasa Jepang (Nihongo o Benkyoushimasu)


bunkei (pola kalimat)
I.(kata benda I) + wa + (kata benda II) desu
(kata benda I) adalah (kata benda II)
partikel “wa” disini sebagai penanda subyek, bahwa kata benda I berperan sebagai subyek kalimat.
“desu”(dibaca: des) disini merupakan kata kerja bantu yang berfungsi untuk menentukan kalimat itu menjadi kalimat positif.
contoh:
- watashi wa gakusei desu
saya adalah siswa
kata benda I adalah “watashi(saya)”, kata benda II adalah “gakusei(siswa)”, dengan
“wa” adalah sebuah partikel yang berfungsi sebagai “penanda subyek”.
partikel “wa” diletakan di belakang “watashi” menandakan bahwa subyek dari kalimat tersebut adalah “watashi(saya)”
- watashi wa Ali desu
saya adalah Ali
- watashi wa indoneshia jin desu
saya adalah orang Indonesia.
- watashi wa sensei desu
saya adalah guru.
- anata wa kankoku jin desu
anda adalah orang Korea.
- Tanaka san wa nihon jin desu
Tuan Tanaka adalah orang Jepang.
*perhatian : untuk ~san tidak boleh dipakai ke diri sendiri.
contoh :
watashi wa Sandi san desu (X)
yang benar : watashi wa Sandi desu. (O)
II.(kata benda I) + wa + (kata benda II) dewa/ja arimasen
(kata benda I) bukan (kata benda II)
pola kalimat ini menunjukkan bentuk negatif dari pola ~ wa ~ desu di atas.
“dewa/ja arimasen”(dibaca: dewa/ja arimaseng) disini merupakan kata kerja bantu yang berfungsi untuk menentukan kalimat itu menjadi kalimat negatif.
- watashi wa gakusei desu (+)
saya adalah siswa
– watashi wa gakusei dewa arimasen (-)
saya bukan siswa
- watashi wa Ali desu (+)
saya adalah Ali
– watashi wa Ali dewa arimasen (-)
saya bukan Ali
- watashi wa indoneshia jin desu (+)
saya adalah orang Indonesia.
– watashi wa indoneshia jin dewa arimasen (-)
saya bukan orang Indonesia.
- watashi wa sensei desu (+)
saya adalah guru.
– watashi wa sensei dewa arimasen (-)
saya bukan guru.
- anata wa kankoku jin desu (+)
anda adalah orang Korea.
– anata wa kankoku jin dewa arimasen (-)
anda bukan orang Korea.
- Tanaka san wa nihon jin desu (-)
Tuan Tanaka adalah orang Jepang.
– Tanaka san wa nihon jin desu (+)
Tuan Tanaka bukan orang Jepang.
III. partikel “no”
1.(kata benda I) no (kata benda II)
(kata benda II) menerangkan (kata benda I)
contoh :
- nihongo no sensei
guru bahasa Jepang
disini kata “sensei”(guru) selaku kata benda II menerangkan “nihongo”(bahasa Jepang) selaku kata benda II
- onna no hito
seorang perempuan/perempuan
- otoko no hito
seorang laki laki/perempuan
2.(nama tempat/perusahaan/sekolah) no (nama orang/benda)
menunjukkan asal tempat orang atau benda tersebut /orang atau benda itu berasal dari tempat tersebut.
contoh:
- Bandung no Ali
Ali dari bandung
- Jakaruta no Tomi
Tomi dari Jakarta
- nihon no kimura
Kimura dari Jepang
- Fuji daigaku no tanaka
Tanaka dari Universitas Fuji
- ultra jaya no teh kotak
teh kotak dari/produksi Ultra Jaya
- watashi wa Bandung no Ali desu
Saya Ali dari Bandung
- watashi wa Indoneshia no gakusei desu
saya pelajar dari Indonesia
IV. kono hito/kata wa ~ desu ==> orang ini adalah ~
sono hito/kata wa ~ desu ==> orang itu adalah ~
ano hito/kata wa ~ desu ==> orang itu(jauh) adalah ~
“kono, sono, ano” merupakan kata tunjuk yang penggunaannya harus diletakan bersama dengan kata benda, yang berfungsi untuk menegaskan benda yg diikutinya. Penggunaan dan fungsinya akan dibahas lebih lanjut di bab berikutnya.
-kono hito artinya orang ini (letak orangnya dekat dari si pembicara tetapi jauh dari lawan bicara)
-sono hito artinya orang itu (letak orangnya jauh dari si pembicara tetapi dekat dari lawan bicara)
-ano hito artinya orang itu(jauh) (letak orangnya jauh dari si pembicara maupun si lawan bicara)
contoh:
- kono hito wa Ali san desu
orang ini adalah (Tuan) Ali.
- kono hito wa gakusei desu
orang ini adalah siswa
- sono hito wa Tanaka san desu
orang itu adalah (Tuan) Tanaka
- sono hito wa furansu jin desu.
orang itu adalah orang perancis
- sono hito wa medan no Andi san desu
orang itu adalah Andi dari Medan
- ano hito wa Indoneshia jin desu
orang itu adalah orang Indonesia
- ano hito wa amerika jin desu
orang itu adalah orang Amerika
*”kata” lebih sopan dari “hito” digunakan untuk orang yang kedudukannya lebih tinggi.
contoh:
-kono kata wa nihongo no sensei desu
orang ini adalah guru bahasa Jepang
-sono kata wa maria san desu
orang itu adalah Nyonya Maria
-ano kata wa igirisu no Jon san desu
orang itu adalah Tuan Jon dari Inggris
V. partikel “ka”
partikel “ka” diletakkan diakhir kalimat yang berfungsi untuk bertanya dengan intonasi naik.
bisa dibilang sebagai pengganti tanda tanya pada akhir kalimat.
dan bisa dijawab dengan jawaban “hai” yang berarti “ya/iya” atau “iie” yang berarti
“tidak/bukan”
contoh:
-anata wa gakusei desu ka
apakah kamu/anda (seorang) siswa?
jawabannya:
hai,watashi wa gakusei desu (+)
ya, saya (seorang) siswa
hai, sou desu (+)
ya, benar
atau
iie, watashi wa gakusei dewa arimasen (-)
bukan, saya bukan (seorang) siswa
-Ali san wa nihon jin desu ka
apakah Ali orang Jepang
iie, Ali san wa nihon jin dewa arimasen. Indoneshia jin desu.
bukan, Ali bukan orang Jepang.(Ali) orang Indonesia.
-Chin san wa chuugoku jin desu ka
apakah Chin orang Cina?
hai, sou desu
ya, benar
atau
hai, Chin san wa Chuugoku jin desu
ya, Chin orang Cina
VI. “dare” vs “donata”
“dare” artinya “siapa”
“donata” artinya juga “siapa”, tetapi lebih sopan dari “dare”
contoh:
kono hito wa dare desu ka
orang ini siapa?
sono hito wa Tanaka san desu
orang itu adalah Tanaka
ano hito wa dare desu ka
orang itu siapa?
ano hito wa chuugoku no chin san desu
orang itu adalah Chin dari Cina
kono kata wa donata desu ka (formal)
orang ini siapa?
sono kata wa Tanaka san desu
orang itu adalah Tanaka
ano kata wa donata desu ka (formal)
orang itu siapa?
ano kata wa chin sensei desu (formal)
orang itu adalah guru Chin
VII. partikel “mo”
partikel “mo” dalam bahasa Indonesia artinya “tidak”
contoh:
-watashi wa gakusei desu
saya adalah siswa
-Tanaka san mo gakusei desu (ganti partikel “wa” dengan partikel “mo”)
Tanaka juga siswa
-Ali san wa Indoneshia jin desu
Ali orang Indonesia
-Budi san mo Indoneshia jin desu (ganti partikel “wa” dengan partikel “mo”)
Budi juga orang Indonesia
hati hati, jangan gabungkan partikel “wa” dengan “mo”
-watashi wa gakusei desu
saya adalah siswa
-Tanaka san wa mo gakusei desu (X)
Tanaka juga siswa
====================================================
vocabulary (atarashii kotoba / tango)
nihongo = bahasa jepang
sensei = guru
kaishain=pegawai perusahan
isha=dokter
ginkouin=pegawai bank
enjinia = engineer
gakusei = siswa
onna = perempuan
eigo = bahasa Inggris
otoko = laki laki
hito = orang
kata = orang / beliau (lebih sopan dri ‘hito’)
nihon = jepang
furansu = perancis
amerika = amerika
indoneshia = indonesia
chuugoku = cina
tai = thailand
o-sutoraria = australia
igirisu = inggris
mareeshia = malaysia
singapo-ru = singapura
filipin = filipina
indo = india
mekisiko = meksiko
watashi = saya
anata = kamu / anda
donata = siapa (sopan)
dare = siapa
hai = ya
iie = tidak/bukan
(nama negara) + jin = orang (nama negara) (menunjukkan kebangsaan)
contoh : indoneshia jin = orang Indonesia
nihon jin = orang Jepang
o-sutoraria jin = orang Ausi
indo jin = orang India
(nama orang) + san = tuan/nyonya ~
merupakan kata sandang yang diletakan di belakang nama orang (untuk sopan)
contoh:
Ali san = tuan Ali/saudara Ali
Meri san = nyonya Meri/saudari Meri
(nama negara) + go = bahasa (nama negara)
contoh :
nihon go = bahasa Jepang
Indoneshia go bahasa Indonesia
chuugoku go = bahasa Cina
kankoku go = bahasa Korea
* untuk bhsa Inggris memakai “Eigo” bukan Igirisu go
ohayou gozaimasu = selamat pagi
konnichiwa = selamat siang
konbanwa = selamat malam
oyasuminasai = selamat tidur